06 Desember 2024

By DEDI SUTRISNO, ST, M.CIO

59 kali dilihat

Dulu Pincuran Gadang, Kini Tetesan Air

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pincuran Gadang merupakan cikal bakal terbentuknya Perumda Air Minum Pincuran Gadang Kota Solok. Konon dulunya pincuran gadang ini memiliki debit air yang cukup besar sehingga dinamakan pincuran gadang. Bangunan penangkap air pincuran gadang ini awalnya dibangun oleh Belanda pada tahun tahun 1923 ucap bagian hubungan pelanggan Perumda Air Minum Pincuran Gadang, Minang. Hal ini juga dapat dilihat dari tulisan yang berada di dinding reservoir pincuran gadang yang bertuliskan ‘’BOOG RESERVOIR PINTJOERANG GADANG ANNO 1923’’. Anno sendiri merupakan Bahasa Belanda, yang artinya tahun, jadi ANNO 1923 berarti dibangun/diresmikan tahun 1923.

Berdasarkan data dari Perumda Air Minum Pincuran Gadang, SPAM Pincuran Gadang memiliki kapasitas terpasang 20 liter per detik, namun seiring waktu kini debit air SPAM Pincuran Gadang hanya tinggal 7 liter per detik, hal ini tidak terlepas dari semakin maraknya aktifitas berladang dikawasan bukit yang menjadi daerah resapan air bagi mata air Pincuran Gadang.


Ketika Tim Bappeda Kota Solok melakukan kunjungan ke SPAM Pincuran Gadang jumat (06/12/2024) dengan didampingi pihak Perumda Air Minum Pincuran Gadang ditemui selain reservoir yang telah dibangun pada masa belanda juga telah ada penambahan bangunan penangkap air untuk melindungi sumber mata air. Namun yang membuat miris adalah kondisi nya sekarang hanya berupa beberapa mata air kecil yang dikumpulkan hingga mengahasilkan debit 7 liter per detik. Apakah nanti pincuran gadang ini masih akan ada?