Percepatan penanganan fakir miskin di Kota Solok, dalam periode 2016 - 2021

Dalam rangka percepatan penanganan fakir miskin di Kota Solok, dalam periode 2016 - 2021 dicoba mensinergikan program bantuan sosial dari pemerintah pusat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa tabungan Rp 500.000,- per keluarga dengan program lokal, diantaranya dengan memberikan apresiasi kepada anggota penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang mau berhenti merokok dan dilakukan pengecekan hingga pemeriksaan secara berkala, berupa insentif sebesar Rp 750.000,- per tahun. Selain itu, melalui Badan Amil Zakat Daerah Kota Solok juga disalurkan zakat sebesar Rp 900.000,- per tahun.

Langkah ini menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merupakan komitmen yang baru pertama kali ditemuinya selama berkeliling menyalurkan bantuan sosial PKH sehingga Kementerian Sosial, melalui Dirjen Penanganan Kemiskinan dan Dirjen Perlindungan Sosial, akan menyiapkan Kota Solok sebagai laboratorium percontohan guna mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan, terutama PKH dalam 2 - 3 tahun mendatang akan mampu mandiri dan menjadi keluarga sejahtera.

Percepatan penanganan fakir miskin ini merupakan program lintas sektor yang tersebar pada OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok, diantaranya  :

  • Dinas Sosial melalui Program Keluarga Harapan, sebanyak 357 KPM dan penyaluran Beras pada 2.507 Kepala Keluarga, bantuan pada 500 anak terlantar dan anak panti asuhan, serta 105 lansia;
  • Dinas Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato/ Jamkesda
  • Dinas Pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar dan Beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu;
  • Dinas Perdagangan dan UKM melalui bantuan alat bagi UKM dari keluarga miskin dan pembinaan terhadap kelompok ekonomi produktif keluarga atau lebih dikenal dengan UP2K
  • Dinas Perumahan dan Permukiman melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sebanyak 246 RTLH pada Tahun 2017atau meningkat 159 unit dari Tahun 2016.

Terobosan ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Kota Solok dari 4,12 persen pada Tahun 2015 menjadi 2,69 persen pada Tahun 2021 sehingga pencapaian RPJMD Kota Solok 2016 - 2021, melalui pelaksanaan Misi Kelima, Menekan Angka Kemiskinan dan Mengurangi Permasalahan Sosial lainnya, dapat berjalan sebagaimana diharapkan.