Masyarakat miskin secara umum ditandai dengan ketidakberdayaan atau ketidakmampuan dalam hal memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. Di samping itu masyarakat miskin juga ditandai dengan ketidakmampuan dalam melakukan kegiatan usaha produktif serta ketidakmampuan dalam menjangkau/mengakses sumberdaya sosial dan ekonomi. Kemiskinan dapat menghambat pencapaian demokrasi, persatuan dan keadilan, sehingga penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu kebijakan utama yang diperlukan untuk memperkuat landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara nasional, penanggulangan kemiskinan menghadapi triple-track problem,  yaitu kemiskinan yang meskipun terus menurun namun penurunannya melambat. Kedua, kerentanan kemiskinan, yaitu banyaknya penduduk miskin di sekitar Garis Kemiskinan (GK) yang mengakibatkan mudahnya kelompok yang berada di atas GK jatuh ke bawah  GK. Ketiga, kesenjangan baik kesenjangan antar wilayah/provinsi  (wilayah timur dan wilayah barat) maupun kesenjangan pendapatan/konsumsi antar penduduk secara keseluruhan dan antar penduduk miskin (indeks keparahan kemiskinan). Dengan tantangan tersebut, penanggulangan kemiskinan perlu ditingkatkan akselerasinya.

Di Kota Solok arah dan strategi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan:

  1. Meningkatkan peran pendidikan non formal terhadap pengetahuan agama dan pengetahuan tentang upaya peningkatan perekonomian keluarga.
  2. Mengoptimalkan fungsi dakwah dan lembaga-lembaga keagamaan.
  3. Pemenuhan kebutuhan kalori ibu hamil bagi keluarga miskin.
  4. Perbaikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil pasca melahirkan dan masyarakat miskin.
  5. Mengoptimalkan layanan pendidikan bagi keluarga miskin.
  6. Mengoptimalkan layanan pendidikan bagi kelurga miskin berprestasi.
  7. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pendidikan non formal.
  8. Memotivasi angkatan kerja untuk meningkatkan keterampilan.
  9. Memberikan motivasi dan meningkatkan kemampuan  serta mengali ide produk yang akan dijual.
  10. Meningkatan partisipasi lembaga keuangan dalam upaya pemberian modal usaha ringan tanpa agunan.
  11. Meningkatkan partisipasi lembaga keuangan dalam pemberian pinjaman bagi KUBE dan LKM.
  12. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui perlindungan sosial berbasis keluarga.
  13. Meningkatkan pembinaan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial.
  14. Menyediakan informasi tentang keluarga miskin secara lengkap.

 

Kemudian arah dan strategi penanggulangan kemiskinan tersebut dijabarkan dalam program penanggulangan kemiskinan yang terdiri dari:

  1. Kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.
  2. Kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dalam pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat.
  3. Kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil, bertujuan untuk memberikan akses dan penguatan ekonomiProgram-program lainnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin bagi pelaku usaha berskala mikro dan kecil.
  4. Program-program lainnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin.