Agenda ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian misi “Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana fasilitas pelayanan umum”.

Ketersediaan lahan

Penyediaan infrastruktur terkait erat dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan prasarana dan sarana perkotaan. Sepanjang kurun waktu 2010-2012 realisasi pembebasan tanah untuk pembangunan mencapai mencapai 85.420 m2 yang sebagian besar adalah untuk pembangunan SMK 3 seluas 30.930 m2, pembangunan jalan lingkar utara seluas 16.450 m2, dan untuk pembangunan RPH seluas 11.970 m2 dan sisanya untuk pembangunan fasilitas umum/sosial lainnya.

Jalan dan Jembatan

Prasarana jalan dan jembatan berperan dalam menunjang pengembangan wilayah, karena  akan meningkatkan akses di segala bidang, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan sebagainya. Infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar arus distribusi barang dan jasa dan  meningkatkan peluang investasi. Pembangunan jalan lingkar utara yang sudah dimulai prosesnya sejak tahun 2006 sampai awal tahun 2013, sudah mencapai 4,8 km dari panjang rencana 8,2 km sedangkan sisanya sepanjang 3,4 km dalam proses pembebasan oleh Pemerintah Kota Solok pada tahun 2013. Pembangunan jalan lingkar utara dengan lebar 28 meter sebagai alternatif jalan nasional di Kota Solok sudah tercantum dalam RTRW provinsi Sumbar dan dengan koordinasi yang intensif dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Kota Solok berhasil mendapat dukungan pendanaan melalui APBN.