Dalam rangka mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Sentra Perdagangan, Jasa dan Pendidikan di Sumatera Bagian Tengah Tahun 2025, pada periode RPJMD 2010 - 2015 ini telah ada fasilitas Los Daging Higienies yang memberikan satu kenyamanan dan keyakinan dalam konsumsi daging yang dijual di Pasar Raya Solok,

Pengembangan pasar dilanjutkan dengan pembangunan satu gedung pasar semi modern di bekas lahan Eks Kantor Pos Solok, yang bersebelahan dengan Los Daging Higienis. Gedung pasar ini dilengkapi dengan pendingin ruangan dan eskalator barang dalam rangka meningkatkan volume perdagangan di Kota Solok.

Keberadaan gedung ini semakin mempercantik tampilan Kompleks Pasar Raya Solok yang telah eksis sejak zaman Belanda, dengan lokasi dahulunya hanya berada di seputar kawasan Berok Kota Solok. Dalam perjalanan sejarah kota, modernisasi Pasar Raya telah dimulai sejak ditetapkannya kawasan pasar di Berok ini pada Tahun 1971 menjadi Pasar Serikat C Solok, dilanjutkan dengan pembangunan kompleks Pasar Raya Tahap I s/d IV melalui bantuan Inpres dan adanya partisipasi swasta untuk membangun ruko-ruko di sekitar Pasar Raya Solok sejak Tahun 1974.

Kawasan Pasar Raya Solok juga menjadi tempat mencari penghidupan bagi 29 persen masyarakat Solok sehingga pembangunan dan pengembangan Pasar Raya akan mempunyai multiplier effect bagi perkembangan perekonomian Kota Solok. Disamping itu, Pasar Raya Solok  juga merupakan pusat perbelanjaan bagi daerah- daerah hinterland seperti Nagari-nagari di Kabupaten Solok, Sawahlunto, dan Sijunjung.