Meski Kota Solok secara ekonomi lebih didentikan sebagai kota perdagangan dan jasa, didukung dengan letaknya yang strategis sebagai daerah perlintasan

Penguatan karakter agama menjadi program Wali Kota Solok Zul Elfian Dt Tianso dan Wakil Walikota Solok Reinier dalam rangka menuju Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan konsisten menjaga iklim yang kondusif, meramaikan Masjid/Mushalla, kelompok majelis taklim sekaligus memelihara nilai-nilai adat dan istiadat.

Sebagai  ikon pendukung, Kota Solok telah mempunyai sebuah fasilitas representatif (pusat ibadah), yakni Masjid Agung Almuhsinin. Bahkan Masjid Agung Almuhsinin secara fisik dan pengelolaannya adalah termasuk yang termegah di Sumbar, hingga semenjak dua tahun terakhir kerap didatangi masyarakat luar untuk obyek percontohan.

Sebagai mesjid termegah di Kota Solok, Masjid Agung Almuhsinin diharapkan dapat berperan sebagai pusat pengkajian, pusat pengkaderan calon mubalig se- Sumbar sehingga ke depan dilengkapi dengan tersedianya sarana prasarana yang memadai untuk kebutuhan pendalaman ilmu agama.

Kendati demikian, program ini memerlukan dukungan semua komponen masyarakat sehingga bersama mewujudkan tatanan daerah kedepan akan menjadi lebih baik sekaligus upaya melaksanakan misi  Mewujudkan Kehidupan masyarakat yang berlandaskan Adat Basandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) “ Syara’ Mangato Adaik Mamakai”.

Dalam melestarikan adat dan budaya Kota Solok yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kubuang XIII, Pemko Solok juga mendorong agar memiliki panggung pidato adat. Bahkan di Balaikota Solok juga akan dicetuskan 2 panggung pidato adat.

"Panggung pidato adat Kota Solok akan dijadikan salah satu model percontohan di Sumatera Barat dalam rangka memperkuat nilai-nilai adat dan budaya masyarakat.

Selain itu, program Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) juga masih menjadi unggulan Kota Solok dalam membina akhlak generasi muda khususnya kalangan pelajar. Setiap pelajar, wajib mengikuti Mabit satu minggu sekali di masjid atau mushala di dekat kediaman mereka.

Namun tahun 2017, dengan berpindahnya kewenangan SLTA kepada pihak propinsi dari pemerintah daerah membuat Pemko Solok harus menunggu kebijakan Pemprov untuk kembali mengikutkan SLTA dalam program Mabit. Sebab, bagaimanapun juga, pelajar SLTA saat ini masih menjadi tanggungjawab kita dalam membina karakter dan akhlaknya," sebut Zul Elfian.

Guna semakin meningkatkan sisi keagamaan terutama di kalangan remaja khususnya para pelajar, Pemko Solok juga sudah menjalin kerjasama dengan yayasan UICCI Turki dan Yayasan Darianis Yatim, melalui pembangunan pondok pesantren khusus tahfidz, dan tetap melanjutkan kegiatan safari subuh yang digagas Pemko Solok lima tahun lalu sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi dan media menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemko Solok, sekaligus juga menyerap aspirasi dari masyarakat sehingga pembangunan kedepannya sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.