Peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia terjadi setiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Isu penting dari peningkatan jumlah angkatan kerja ini adalah penciptaan lapangan kerja. Upaya penciptaan lapangan kerja telah dilakukan melalui berbagai sektor pembangunan namun belum mencukupi. Terbatasnya daya serap usaha sektor formal menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Alternatif usaha yang ditempuh oleh tenaga kerja yang tidak terserap di sektor formal adalah membuka usaha kecil-kecilan dengan modal, keterampilan dan keuntungan yang terbatas. Usaha ini kemudian dikenal dengan istilah usaha sektor informal. Jumlah pekerja sektor informal ini di Indonesia mencapai lebih dari 60% (BPS, 2012) dan sebagian besar berada di perkotaan.

Timbulnya sektor informal di perkotaan tidak lain sebagai akibat adanya ketimpangan dalam pasar tenaga kerja. Jumlah angkatan kerja yang terus bertambah sebagai akibat adanya urbanisasi dan ketidakmampuan memenuhi tuntutan pekerjaan sektor formal yang mengharuskan memiliki kualifikasi pendidikan dan keterampilan memadai, akhirnya mendorong angkatan kerja harus masuk ke sektor informal untuk bisa terus bertahan hidup di perkotaan. Pada kondisi ini, sektor informal memiliki peran strategis sebagai katup pengaman pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Kota Solok yang memiliki ciri ekonomi perkotaan yang sedang tumbuh dan berkembang juga menghadapi persoalan persoalan serupa sebagaimana dikemukakan diatas khususnya keberadaan PKL yang menempati ruang publik. Keberadaan PKL ini memerlukan penataan dan pemberdayaan untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya sebagaimana amanah dari Perpres No. 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Pertanyaannya sekarang adalah, seperti apa kondisi dan kinerja terkini PKL Kota Solok? Apa dampaknya terhadap sosial ekonomi masyarakat kota? . Apa saja bentuk peran pemerintah Kota Solok dalam menata dan memberdayakan PKL? Strategi dan kebijakan seperti apa yang mesti dirumuskan dalam meningkatkan dan mengembangkan PKL yang sesuai dengan tata ruang kota? Bagaimana model pengembangan PKL Kota Solok yang relevan dengan kondisi objektifnya? Persoalan dan pertanyaan yang dikemukakan ini memerlukan kajian komprehensif untuk dapat merumuskan strategi pengembangan, penataan dan pemberdayaan yang tepat bagi keberadaan PKL

 

Selengkapnya: Ringkasan Eksekutif