Kepala Bappeda Kota Solok Viveri Andra, SH, MSi membuka acara Studi Tematik Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) PNPM Mandiri Perkotaan Tahap II pada tanggal 27 April 2015 di Aula Bappeda Kota Solok. Studi Tematik KBP merupakan wadah bagi stakeholders terkait untuk berbagi (sharing) pengalaman penanggulangan kemiskinan baik di tingkat masyarakat atau di tingkat stakeholders sendiri melalui kajian rutin terhadap penanggulangan kemiskinan. Studi Tematik KBP Tahap II ini bertemakan “Implikasi-implikasi Alih Kelola Program Penanggulangan Kemiskinan Kepada Pemerintah Kota”.

Aktivitas KBP dalam proses pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari penerapan prinsip bottom up (partisipatif) sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Studi tematik KBP bertujuan untuk menciptakan suatu forum pembelajaran yang sifatnya melembaga untuk mengkaji program-program penanggulangan kemiskinan dan dapat ditemukannya pola atau model penaggulangan kemiskinan yang berdasarkan aspirasi masyarakat dan pengalaman program-program penanggulan kemiskinan yang ada. Hasil dari studi tematik KBP ini nantinya berguna bagi pengambil kebijakan dalam menentukan program penanggulangan kemiskinan dan rumusan hasil kajian menjadi dasar penyusunan/review SPKD (Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah).

Sejak dilaksanakannya PNPM Mandiri perkotaan di Kota Solok dari Tahun 2008 s/d Tahun 2014 total Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) keseluruhan yang telah disalurkan adalah sebesar Rp 9.381.893.000,- yang tersebar di 13 kelurahan di Kota Solok. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan secara nasional akan berakhir pada akhir April 2015. Untuk itu Kota Solok bersiap melaksanakan alih kelola pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan menjadi Program Peningkatan Kulaitas Permukiman di Perkotaan (P2KP-Kota) dengan fokus kawasan kumuh perkotaan.

Studi tematik KBP Tahap II menyepakati beberapa hal penting diantaranya:

  1. perlunya dasar hukum  tentang alih kelola kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di itngkat kota dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku;
  2. akan mengagendakan kegiatan-kegiatan lanjutan diskusi tematik KBP;
  3. akan diadakan teknis serah terima aset tridaya (fisik, sosial, ekonomi bergulir) yang ada di Kota Solok sesuai ketentuan yang berlaku;
  4. mengoptimalkan kembali forum LKM kota dan forum LKM kecamatan;
  5. mengoptimalkan kembali organisasi pemeliharaan yang ada di kelurahan di Kota Solok;
  6. mendorong peran aktif SKPD dan sektor swasta dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan bersama LKM;
  7. Sinkronisasi semua data penduduk miskin yang ada di Kota Solok;
  8. Mendorong LKM lebih aktif untuk mensosialisasikan PJM Pronangkis pada SKPD dan pihak swasta;
  9. Perlu adanya perubahan mental perilaku.