Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, perencanaan pembangunan bertujuan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Disamping itu perencanaan pembangunan juga bertujuan untuk menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sarana dan prasarana serta SDM perencana yang berkualitas dan berkompoten. SDM  perencana pembangunan menjadi sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan proses perencanaan pembangunan. Hal ini disebabkan karena kualitas perencana pembangunan sangat tergantung pada kemampuan dan keahlian para perencana secara teknis maupun kemampuan lain yang bersifat intersektoral, multidisipliner dan berpikir komprehensif. Peningkatan kualitas sumber daya aparatur perencana merupakan peningkatan kapasitas individu dalam mengemban beban tugas masing-masing dalam perencanaan pembangunan.

Penyusunan perencanaan pembangunan yang baik dapat menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi yang baik antar ruang, waktu dan antar fungsi pemerintahan. Perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif akan menuju kepada perwujudan kepemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan dimaksud dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Berkenaan dengan semakin cepatnya perubahan yang akan terjadi dalam proses perencanaan, kemampuan aparatur perencana dituntut untuk lebih profesional dan mampu menjawab tantangan dan kendala yang berhubungan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Keberhasilan atau kegagalan suatu pembangunan tergantung kepada perencanaan yang dilaksanakan daerah. Keberhasilan perencanaan berkaitan langsung dengan kemampuan aparatur perencana di daerah. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan pencerahan dengan pembinaan secara berkesinambungan kepada aparatur perencana di daerah.

Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Aparatur Perencana dalam menyusun perencanaan pembangunan khususnya RPJMD, Renstra dan Renja SKPD maka dilaksanakan  Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah dilaksanakan   dari tanggal 4 s/d 6 Mei 2015 dan 11 s/d 13 Mei  2015  dengan Narasumber dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Dirjen Bina Bangda Departemen Dalam Negeri, Kementerian PPN/ Bappenas dan Universitas Andalas Padang, dengan sasaran sebagai berikut:

  1. Meningkatnya kemampuan/keterampilan peserta bintek dalam memahami proses perencanaan program dan kegiatan, antara lain Memahami mekanisme dan prosedur pengajuan usulan program dan kegiatan serta Menentukan indikator kinerja program dan kegiatan yang diusulkan
  2. Meningkatnya kualitas dokumen perencanaan pembangunan Kota Solok khususnya RPJMD   serta Renstra dan Renja

Bimbingan Teknis ini  diikuti oleh +120 orang peserta yang   dilaksanakan dalam 2 angkatan, Untuk angkatan I  dikuti + 60 orang yang terdiri dari:

  1. Kepala Bagian pada Sekretariat Daerah Kota Solok
  2. Sekretaris dan Kasubag Program pada  Badan dan  Dinas dan Inspektorat
  3. Kepala Tata Usaha pada Kantor
  4. Sekretaris  pada Kecamatan
  5. Kabid dan Kasubid di Bappeda

Sedangkan untuk angkatan ke II  dengan jumlah peserta + 60 orang  yang  diikuti oleh Tim Penyusun RPJMD dan KLHS Kota Solok tahun 2015-2020.

Dalam pelaksanaannya, pada hari pertama sampai hari terakhir pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Dan Secara umum, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanan bimbingan teknis ini diharapkan dapat tercapai dan kepada peserta bimbingan teknis juga diharapkan sudah dapat menentukan indikator kinerja yang merupakan indikator kunci dalam sebuah proses perencanaan pembangunan.

Dalam penyusunan RPJMD dan KLHS, Tim penyusunan RPJMD dan KLHS beserta Tim ahli yang direncanakan dari Perguruan Tinggi, selalu melakukan koordinasi dengan Narasumber yang telah memberikan Materi pada Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan, baik yang berasal dari Dirjen Bina Bangda Depdagri maupun dari Kementrian PPN/Bappenas.