Isu-isu Strategis Provinsi Sumatera Barat dalam lima tahun ke depan :

  • Pembangunan Mental dan Peningkatan Pengamalan Nilai-nilai Adat dan Agama
Pemerintah Sumatera Barat akan memberi perhatian lebih besar dari segala aspek untuk penanganan bencana alam. Pada giliran berikutnya keraguan pihak-pihak berkepentingan untuk menanaman investasi, mengadakan kegiatan bisnis, kunjungan wisata, kegiatan akademikdankegiatan di Sumatera Barat akan hilang dan aliran investasi serta jumlah kunjungan wisata akan mengalami peningkatan yang luar biasa dalam lima tahun mendatang.
  • Penanganan Bencana Alam
Persoalan kemiskinan yang dihadapi Sumatera Barat sudah bergeser untuk menanggulangi tingkat keparahan dan tingkat kedalaman kelompok masyarakat yang miskin. Untuk mengeluarkan atau membebaskan kelompok masyarakat yang masuk dari kemiskinan diperlukan upaya yang lebih besar lagi dari yang telah dilakukan sebelum ini. Jika kelompok masyarakat miskin dapat diatasi, maka tujuan Sumatera Barat bebas dari kemiskinan dalam arti yang sesungguhnya dapat diwujudkan.
  • Penguatan Struktur Ekonomi Daerah
Peningkatan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan untuk untuk meningkat daya saing daerah, sehingga menarik bagi investor untuk mengembangkan berbagai usaha di Sumatera Barat. Peningkatan pembangunan infrastruktur ini juga diperlukan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antar daerah, peningkatan koneksitas regional dan nasional, serta untuk menguatkan posisi Sumatera Barat sebagai pusat pengembangan wilayah pantai barat Sumatera. Selain dari itu, pembenahan dan pengembangan transportasi publik juga harus menjadi perhatian untuk mengurangi beban arus distribusi barangdan memperkuat koneksitas antar wilayah. Tuntutan peningkatan insfrastruktur saat ini tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur non fisik dan teknologi informasi untuk mendukung dunia usaha dan mampu menjangkau daerah-daerah tertinggal. Dengan demikian komunikasi antara instansi pemerintah, masyarakatdan penyebaran informasi dapat terlaksana dengan lebih intensif.
  • Peningkatan Infrastruktur
Pemerintahan yang baik dan bersih merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.Untuk mendukung terlaksannya pemerintah yang baik dan bersih diperlukan peningkatan integritas dan kinerja aparatur pemerintah dalam pelayanan publik, memantapkan sistem manajemen kepegawaian dan menyiapkan perangkat sistem kepegawaian daerah berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
  • Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik
Pembangunan sistem informasi yang dapat diakses oleh publik dan menyiapkan sistem penyelenggaraan pemerintah yang dapat membuka ruang yang lebih besar untuk partisipasi masyarakat.
  • Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia
Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Sumatera Barat diperlukan pembenahan pembangunan pendidikan,       kesehatan dan lingkungan seperti peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dengan menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan.
  • Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil, Menengah dan Koperasi
Pemberdayaan UMKMK difokuskan kepada peningkatan daya saing dan produktivitas, pembenahan manajemen, dan  kelembagaan, penguasaan teknologi, inovasi dan diversifikasi produk, peningkatan akses produk dan perluasan pasar, dukungan dan fasilitas dari pemerintah.
  • Kedaulatan Pangan
Untuk pemenuhan kebutuhan pangan, Sumatera Barat berupaya untuk menjadi provinsi penghasil pangan nasional untuk mendukumg kedaulatan pangan. Dalam hal ini perlu dilakukan penataan terhadapstrategi produksi, distribusi dan konsumsi pangan yang sehatm beragam, bergizi, seimbang, aman dan utuh dengan memperhatikan konsep ramah lingkungan, berbasis sumberdaya lokal dan pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya surplus pangan yang diperdagangkan perlumengutamakan prinsip keadilan yang mampu memberi penghasilan yang lebih kepada produsen pangan yang umumnya berskala kecil dan mengupayakan pengembangan pola konsumsi yang tidak hanya tergantung pada beras atau diversifikasi produk pangan dari poduksi lokal
  • Kelautan dan Kemaritiman
Dalam upaya pemanfaatan potensi kelautan dan kemaritiman guna meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah dengan memanfaatkan  potensi  kelautan dan kemaritiman secara optimal dengan peningkatan sumberdaya manusia, menyediakan sarana dan prasarana seperti penyediaan  armada dan  alat tangkap di bidang perikanan serta sarana prasarana untuk pariwisata bahari dan sarana transportasi untuk pembangunan kemaritiman. Dengan demikian potensi kelautan dan kemaritiman di bidang usaha perikanan, pariwisata serta transportasi dan usaha lainnya akan dapat dimanfaatkan.
  • Pengurangan Pengangguran
Untuk penanganan pengangguran di Sumatera Barat diperlukan pembenahan pada sisi penawaran dan permintaan tenaga kerja. Aspek yang perlu mendapat perhatian dari sisi penawaran adalah peningkatan kualitas dan kompentensi tenaga kerja sehingga cocok dengan permintaan di pasar kerja, pengembangan informasi pasar kerja, pembenahan balai latihan yang dapat menghasilkan dan mengembangkan wirausaha baru untuk sektor UMKM dan perlindungan terhadap tenaga kerja.
Aspek yang perlu mendapat perhatian dari sisi permintaan tenaga kerja adalah meningkatkan dan membuka lapangan kerja baru dan alternantif bagi pekerja yang masuk kategori setengah pengangguran. Membuka lapangan kerja tentu memerlukan pengembangan berbagai sektor yang dapat diunggulkan Sumatera Barat seperti sektor pariwisata, kelautan dan kemaritiman dan konstruksi bangunan.
  • Peningkatan Daya Saing Daerah
Terbukanya pasar bebas di era globalisasi baik regional maupun internasional, seperti Asean Economic Community (AEC) dan Asean China Free Trade Area (ACFTA) menjadi potensi dan peluang untuk meningkatkan perekonomian nasional dan daerah. Peluang akses pasar untuk produk-produk Sumatera Barat terbuka cukup besar terutama ke negara Asean dan China. Untuk itu, upaya pemanfaatan pasar global tersebut guna percepatan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat perlu diiringi dengan peningkatan daya saing daerah yang ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dan sumberdaya manusia yang berkualitas serta tingkat keamanan yang tinggi. Infrastruktur yang tersedia saat ini belum dapat mengimbangi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dan dunia usaha, sehingga masyarakat dan dunia usaha menanggung beban yang tinggi dalam peneyediaan produksi dan mobilisasi sumberdaya ke dalam dan ke luar Sumatera Barat. Selanjutnya peningkatan daya saing daerah tidak hanya menyangkut pembenahan infrastruktur, tetapi juga pembenahan pada sumberdaya manusia, kelembagaan dan prilaku masyarakat dalam merespon program dan kegiatan pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan daya saing daerah perlu dirumuskan sedemikian rupa dengan menintegrasikan dengan pembangunan bidang-bidang lainya.
  • Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
Peningkatan kualitas lingkungan hidup dijadikan isu pembangunan agar pembangunan yang akan dilaksanakan berbasis daya dukung dan daya tampung. Fakta selama ini menunjukan bahwa kegiatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat memberi tekanan terhadap kualitas udara, air (sungai, danau), kawasan hutan, alih fungsi lahan, terutama lahan sawah menjadi peruntukan lain, berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan meningkatnya penyemaran akibat berbagai limbah.
Pembangunan dan pengembangan berbagai sektor yang akan dilaksanakan di masa mendatang harus dipastikan tidak merusak dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan hal ini, konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau (green economy) perencanaan tata ruang perlu menjadi acuan semua pihak-pihak yang berkepentingan.