• Peningkatan pemahaman, pengamalan dan pelestarian nilai-nilai agama, adat, budaya dan penguatan peran lembaga daerah, lembaga sosial masyarakat, pemangku adat dan budaya, dalam mewujudkan masyarakat dan pemuda yang bermartabat dan berkarakter.

Posisi Kota Solok yang terletak di persimpangan jalan utama beberapa daerah di dalam Provinsi Sumatera Barat berpotensi terhadap masuknya pengaruh- pengaruh negatif yang berdampak pada lunturnya nilai – nilai adat dan budaya lokal yang berlandaskan ABS-SBK “Syara’ mangato adaik mamakai”. Disamping itu juga, sulitnya membendung dampak dari semakin terbuka informasi melalui berbagai media yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat dan masuknya budaya dan nilai-nilai baru di tengah-tengah masyarakat. Tentunya akan dapat menyebabkan terjadinya gejala pergeseran nilai-nilai agama dan adatdi tengah kehidupan masyarakat yang menjauhkan dari sikap mental yang mencerminkan kehidupan masyarakat madani yang ditandai dengan kehidupan yang aman, damai, tentram, harmonis, beriman dan bertakwa dengan mengamalkan nilai universal keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya, kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan yang dilandasi oleh nilai-nilai agama dan adat belum seperti yang diharapkan. Masih rentannya karakter masyarakat terutama pemuda yang dapat dengan mudah dipengaruhi oleh budaya asing serta pergaulan yang bebas dan rentannya terhadap peredaran gelap narkoba menyebabkan pendidikan karakter perlu dilakukan sedini mungkin.Oleh sebab itu, agar gejala pergeseran nilai-nilai dan budaya ke arah yang kurang baik ini tidak berkembang lebih cepat dan merugikan generasi muda, maka perlu diantisipasi atau dicegah melalui penguatan nilai-nilai agama, adat dan budaya dengan penguatan peran lembaga daerah, lembaga sosial masyarakat, pemangku adat dan budaya dalam mewujudkan masyarakat dan pemuda yang bermartabat dan berkarakter.

  • Peningkatan dan pemerataan kualitas layanan pendidikan disetiap jenjang pendidikan serta mendorong pengembangan perguruan tinggi.

Kualitas SDM salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Secara umum tingkat pendidikan masyarakat masih rendah terlihat dari rata – rata lama sekolah (RLS) baru mencapai 10,75 artinya rata - rata pendidikan masyarakat Kota Solok baru tingkat SMP. Permasalahan lebih banyak terletak pada aspek kualitas layanan pendidikan dari segi pemerataan distribusi siswa per sekolah, meskipun capaian APK pendidikan dasar dan menengah relatif tinggi. Khusus untuk pendidikan kejuruan, disamping belum adanya keselarasan antara persepsi dunia kerja dan kualitas lulusan SMK yang dihasilkan, juga belum mampu mendorong penciptaan wirausahawan muda. Kenyataan ini merupakan tantangan yang cukup berat untuk menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Disamping itu, jika dimanfaatkan Posisi Kota Solok yang terletak di persimpangan jalan utama beberapa daerah di dalam Provinsi Sumatera Barat akan sangat berpotensi untuk dikembangkannya perguruan tinggi yang menjadi alternatif bagi masyarakat daerah hiterland.

  • layanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Solok.

Pembangunan kesehatan merupakan suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang kesehatan, peningkatan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat dan pelaksanaan manajemen pelayanan kesehatan yang lebih profesional.

Peningkatan layanan dibidang kesehatan menjadi isu yang perlu mendapat perhatian adalah angka harapan hidup (AHH), angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang masih tinggi dari rata-rata nasional. Kemudian status gizi masyarakat buruk dan prevalensi balita pendek masih belum dapat dikendalikan secara maksimal. Pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan dan akses pelayanan kesehatan daerah dan rujukan yang berkualitas belum merata. Meskipun indikator-indikator tersebut dari capaian setiap tahunnya Kota Solok masih diatas rata-rata nasional, akan tetapi untuk wilayah kota yang kecil seperti Kota Solok, angka ini masih cukup tinggi, sehingga perlu ditekan melalui berbagai upaya program kesehatan seperti melalui program-program imunisasi, pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak, program penerangan tentang gizidanpemberian makanan sehat untuk ibu hamil dan anak dan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas.

  • Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mewujudkan SDM yang tangguh dan berdaya saing;

Pengarusutamaan gender (PUG) merupakan strategi mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan, yang dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yaitu pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Solok baik laki-laki maupun perempuan. Kesetaraan gender dapat dicapai dengan mengurangi kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan dalam mengakses dan mengontrol sumber daya, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan proses pembangunan serta mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program pembangunan. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas merupakan sasaran yang akan dicapai dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya saing. Peningkatan kualitas sumber daya manusia , antara lain ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Khusus untuk IPG didukung oleh pencapaian kesetaraan dibidang pendidikan dan kesehatan. Disamping IPG, untuk menununjukkan capaian dalam upaya meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), guna melihat peranan perempuan dalam ekonomi, politik dan pengambilan keputusan.

Pembangunan sumber daya manuisa yang berkualitas sangat ditentukan dengan meningkatnya kualitas hidup dan tumbuh kembang anak serta perlindungan terhadap anak dari segala bentuk tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya.

  • Peningkatan daya saing daerah melalui peningkatan daya saing produk UMKMK, industri dan agribisnis.

Peningkatan daya saing UKM, industri dan agribisnis menjadi isu pembangunan daerah karena merupakan sektor dominan yang menggerakan ekonomi Kota Solok. Oleh sebab itu kegiatan yang mendorong perkembangan UMKMK, industri dan agribisnis dalam pembenahan manajemen dan kelembagaan, penguasaan teknologi, inovasi dan diversifikasi produk, peningkatan akses produk dan perluasan pasar harus diprioritaskan sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesempatan kerja.

  • Peningkatan kesempatan kerja, pengurangan angka kemiskinan, pengangguran dan permasalahan sosial lainnya.

Peningkatan kesempatan kerja, Pengurangan angka kemiskinan, pengangguran dan permasalahan sosial lainnya menjadi isu pembangunan daerah karena akan menjadi hambatan dalam pembangunan. Sehubungan dengan hal tersebut, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja perlu menjadi prioritas kedepannya.

  • Peningkatan sarana dan prasarana pasar dan pariwisata.

Peningkatan sarana dan prasarana pasar serta pariwisata menjadi isu yang sangat penting, hal ini didasari kepada pencapaian visi Kota Solok dalam RPJPD dan RPJMD untuk menjadi Kota Perdagangan dan Jasa. Hal ini juga tidak terlepas untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat  diperlukan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada sektor-sektor yang produktivitas tinggi dan menyerap banyak lapangan kerja.

  • Peningkatan penyediaan dan layanan air bersih dan sanitasi guna mencapai target universal access air minum dan sanitasi.

Target Universal Access air minum dan sanitasi secara nasional sudah ditetapkan dalam RPJMN Tahun 2014-2019. Guna mendukung pencapaian target Universal Access tersebut, penyediaan layanan air bersihdan sanitasi juga menjadi perhatian bagi Pemerintahan Kota Solok. Untuk layanan air bersih terlihat masih ada masyarakat yang belum terlayani air bersih, disamping masih rendahnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas air bersih. Demikian juga terhadap layanan sanitasi masih ada masyarakat yang buang air besar sembarangan.

  • Peningkatan prasarana dan sarana perhubungan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Prasarana dan sarana perhubungan sangat dibutuhkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Aksesibilitas orang dan barang dari dan kekota solok sangat ditentukan oleh keberadaan prasarana dan sarana perhubungan tersebut. Kondisi prasarana dan sarana perhubungan yang ada dikota Solok saat ini dirasakan sudah kurang mampu mendukung pertambahan jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena kurangnya kapasitas jalan serta kondisi jalan itu sendiri yang kurang bagus. Selain itu jalan yang ada juga belum sepenuhnya dilengkapai dengan marka dan rambu-rambu lalu lintas.

  • Partisipasi masyarakat dalam mendorong kegiatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan

Penyelenggaran pemerintah yang baik dan bersih tidak terlepas dari keterlibatan serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pola pembangunan yang dianut oleh pemerintah pada saat ini adalah bottom up planning, yaitu perencanaan pembangunan yang dimulai dari Musrenbang Kelurahan sampai dengan Musrenbang Kota, bahkan sampai pada level pemerintahan pusat yakni Musrenbangnas. Pola pembangunan ini mengandung prinsip desentralisasi dan demokrasi lokal, prinsip desentralisasi terkait dengan penempatan kabupaten/kota sebagai wilayah pembangunan otonom yang mempunyai kewenangan untuk mengelola perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di wilayah yurisdiksinya. Sedangkan prinsip demokrasi dijabarkan dalam partispasi masyarakat dalam setiap tahapan perencanaannya.

Melalui konsep pemberdayaan tersebut pemerintah membangun strategi untuk mulai meningkatkan partisipasi masyarakat baik itu dalam proses maupun pelaksanaan pembangunan, kebijakan pembangunan ini menganut dua filosofi dasar yaitu public touch and bringing the public in, yakni sebuah kebijakan yang sungguh-sungguh menyentuh kebutuhan publik dan juga mampu membawa masyarakat masuk kedalam ruang-ruang kebijakan atau yang dikenal dengan sebutan pembangunan partisipatif.

Pemerintah Kota Solok saat ini telah melaksanakan berbagai macam program pemberdayaan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat baik itu dalam proses, pelaksanaan maupun pengawasan pembangunan program-program pemberdayaan yang telah dan sementara dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Solok merupakan program-program yang bersifat berkelanjutan serta meletakan masyarakat sebagai pelaku utama program dan yang paling penting adalah program-program tersebut lebih berusaha untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

  • Pelaksanaan reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan kinerja pemerintah daerah dan pelayanan public

Reformasi birokrasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan Good Governance (tata kelola pemerintahan yang baik). Titik berat dari pemerintahan yang baik adalah pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemberantasan korupsi secara terarah, sistematis dan terpadu. Good Governance sering diartikan sebagai indikator terealisasikannya reformasi birokrasi dengan terpenuhinya prinsip-prinsip, partisipasi masyarakat, tegaknya supremasi hukum, transparansi, kepedulian kepada stakeholders, berorientasi pada konsensus, kesetaraan, efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas.